Beli Emas Antam Delivery-Order

Gak kerasa, udah luama banget gak posting. Baiklah langsung saja, kali ini saya mo nulis tentang beli emas. Lho kok? He he. Iya, karena setelah baca-baca, saya pilih emas untuk melindungi nilai. Meski yang dipunya gak seberapa, tapi kalau mau nabung agak jangka panjang, sayang banget kalo berupa uang. Beberapa pertimbangan yang saya pikirkan adalah:

  1. Inflasi yang perlahan tapi pasti, bayangkan aja: kalo dulu SD nabung 100.000 rupiah, rasanya dah gedhe banget, sekarang .. he he, gampang banget habis sehari.
  2. Biaya administrasi bank yang kadang naudzubillah. Tabungannya gak seberapa, eee biayanya banyak beut.
  3. mengikuti ajaran Islam 🙂 Continue reading
Advertisements
Posted in Story | Tagged , , , , | 17 Comments

Reuni Penghuni Sahara

Alhamdulillah, akhirnya setelah sekian lama tak sua, saya berjumpa lagi dengan ketiga sahabat yang sama-sama pernah menjadi penghuni Sahara Apartments.

Saya sangat bahagia sekali. He he. Di Jakarta yang ramai ini, to be honest, saya masih merasa kesepian. Berasa gak belom punya temen sahabat. Meski sudah berkantor di tempat yang nyaman, semuanya butuh proses. Proses adaptasinya masih berjalan sampai Continue reading

Posted in Story | 2 Comments

Jogja: Pagi Gempa, Pelajaran, dan Parkir

Hari itu fajar datang seperti biasa. Rutinitas mulai berjalan. Saya bangun tidur, sholat shubuh, kemudian mulai memanaskan motor. Sekitar pukul lima pagi, saya mengantar ibu ke pasar Kranggan, sebuah pasar tradisional di dekat Tugu Jogja. Di sana, ibu berbelanja sayuran untuk bahan makanan yang dijual setiap harinya, lotek dan gado-gado.

Continue reading

Posted in Story | Leave a comment

Jeruji

Seperti roda yang terhubung kuat oleh jeruji besi. Selama kita tak saling lepas, selama itu pula kita terus berputar. Melewati tanjakan, menyusuri turunan. Kadang sebagian sisi sakit karena terjalnya bebatuan. Sebagian yang lain di atas, terhembus sepoinya angin. Meski tampak berbeda, sejatinya semua sama. Berpacu pada poros yang satu.

Continue reading

Posted in Idea, Reflection | 2 Comments

Say “Thanks”

To say “thanks” toward others who’ve already done something good for you, it’s easy right? But, in the real life, it’s not easy as you think. My friends and I observed what people said after they had their food served on the table. From 101 people only 43 who said thanks toward the waiters. It’s ironic. Easy to understand, free to do, but it’s less done by people. Continue reading

Posted in Psychology | 1 Comment

Meine Erfahrung

Ich habe lustige und ungerade Erfahrung, wenn ich in Deutschland. Im Aldi habe ich Lebensmittel eingekauft. Zum Zeitpunk kann ich nur ein bisschen Deutsch. Den ZahnbĂĽrste habe ich dort gesucht. Ich habe die Verkäuferin auf Englisch gefragt. “Where can I find a toothbrush?” Und hat nich sie geanwort. Dann habe ich meine Frage wiedergeholt. Sie hat noch schweigen gewesen. Sie kann nich Englisch sprechen. Am Ende Continue reading

Posted in Story | Leave a comment

Urlaub in Solo

Am Samstag, 23. 04., habe Ich einen Ferien. Mit Meine Freunde gehen Ich nach Solo, ein Stadt liegt nordöstlich von Jogja. Mit dem Zug fahren wir dort. Meine Freunde sind Fajar, Ratih, Retno, und Hayley. Fajar, Ratih, und Retno sind die Javaner während Hayley kommt aus Australien. Um halb sechs morgen abfahrten wir von der Tugubahnhof. Wir ankuften in Solo um sieben uhr. Das Wetter ist prima. Continue reading

Posted in Story | Leave a comment